Dstars - Komunitas Cyber Indonesia

You are not connected. Please login or register

Species Tikus tanpa gigi belakang ?

View previous topic View next topic Go down  Message [Page 1 of 1]

1 Species Tikus tanpa gigi belakang ? on Sat 25 Aug 2012, 20:51

ds_tommy


Administrator
Administrator
Seekor tikus jenis baru tanpa gigi ditemukan di Indonesia dan menjadi satu-satunya tikus di dunia yang tidak memiliki gigi belakang.

Tikus bermoncong panjang ini dinamai Paucidentomys vermidax. "Paucidentomys" berarti "tikus gigi jarang", sementara "vermidax" berarti "penyantap cacing" -- merujuk pada makanan spesies tikus terbaru ini.

[You must be registered and logged in to see this link.]

menangkap hewan ini, kami sedang berada di hutan, langsung kami tahu bahwa ada sesuatu yang berbeda di sini," kata Jacob Esselstyn, peneliti biologi pasca-doktoral di McMaster University di Ontario, Kanada. "Tapi kami tidak bisa melihat bagian dalam mulutnya, jadi tidak tahu bahwa hewan ini tak punya banyak gigi."

Esselstyn dan para koleganya menangkap dua spesimen tikus ini menggunakan jebakan di Sulawesi. Perangkap-perangkap ini berupa ember yang dikubur dengan bagian atasnya rata dengan tanah sehingga setiap mamalia kecil yang berjalan di atasnya akan jatuh ke ember.

Tikus ini hidup di hutan lembap dan berlumut di ketinggian, kata Esselstyn ke LiveScience. Belum jelas apakah hewan ini sangat umum, meski mereka sangat sulit ditangkap. Di perut salah satu tikus yang tertangkap terdapat banyak sisa cacing, sehingga para peneliti menyimpulkan bahwa tikus ini hanya makan cacing saja.

[You must be registered and logged in to see this image.]

Keunikan Paucidentomys vermidax di antara tikus-tikus lain adalah giginya. Spesies tikus yang pernah ditemukan semuanya memiliki gigi karena mereka adalah hewan pengerat, kata Esselstyn. Vermidax tak memiliki gigi. Tikus juga biasanya memiliki gigi taring di bagian depan mulut. Jika biasanya gigi tersebut berbentuk miring pada kebanyakan tikus, di vermidax, gigi ini memiliki dua ujung tajam.

Gigi aneh ini "mungkin digunakan untuk memotong atau mengoyak cacing tanah menjadi beberapa bagian, tapi kami belum yakin bagaimana cara kerjanya," kata Esselstyn.

Kerabat terdekat tikus baru ini tetapi memiliki gigi, kata Esselstyn, sehingga mungkin tikus ini kehilangan giginya pada satu titik di sejarah evolusinya. Kemampuan mengerat membantu tikus menjadi salah satu mamalia tersukses di planet ini, ujar Esselstyn. Bahwa spesies baru ini berhasil membalikkan anggapan itu adalah fakta yang dianggap sangat menarik oleh para ilmuwan penemunya.

"Ini adalah gambaran akan kekayaan keanekaragaman satwa yang ada di luar dan belum kita sadari," ujar Esselstyn.

Para peneliti mengumumkan temuan ini pada 21 Agustus lewat jurnal Biology Letters.

Sumber

View user profile http://dstars.forumid.net

View previous topic View next topic Back to top  Message [Page 1 of 1]

Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum